Bila anda ingin membudidayakan tanaman
kunyit, anda tentunya harus mengerti atau paham mengenai serangan
hama-hama dan juga penyakit yang akan menimpa tanaman kunyit serta cara
bagaimana mengendalikannya. Apakah anda sudah mengetahui atau mengerti
dengan jenis hama maupun penyakit serta cara mencegahnya serta mengenali
gejalanya !! bila belum, simak ulasannya.
Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Kunyit Dan Cara Pengendaliannya
Berikut ini hama yang menyerang tanaman kunyit :
Ulat penggerek ( Dichcrosis puntifera ).
Untuk jenis hama pada tanaman kunyit
selama ini diakui hanya satu jenis yaitu Ulat penggerek akar (
Dichcrosis puntifera ). Tanaman kunyit yang terserang oleh ham ini akan
memperlihatkan tanda atau gejala yang berupa pada pangkal akar tunas
daun menjadi layu, bila hal tersebut dibiarkan tanpa adanya perawatan
maka akan mengakibatkan tunas mengering lalu membusuk.
Hal ini tidak akan begitu terlihat
apabila kunyit terserang saat berusia sudah mencapai 10 bulan, karena
saat kunyit siap dipanen, pada batang dan daun akan menguning dan
terlihat layu, namun dapat anda teliti pada bagian akar, bila membusuk
berarti itu adalah hasil dari serangan hama ulat penggerek akar ini.
-
Cara Pengendalian
Untuk dapat mengendalikan jenis hama ini dapat dengan melakukan sanitasi lahan secara rutin agar lahan steril dari serangan hama tersebut, bila terlihat gejala yang sama pada sebagian tanaman kunyit anda, berarti terjadi serangan hama ini secara besar-besaran. Bila sudah tak terbendung, anda bisa mengatasinya dengan cara meenyemprotkan insektisida furadan G-3 secara berkala. Sebenarnya serangan ini dapat anda cegah sebelumnya dengan cara memilih bibit tanaman kunyit yang memiliki tahan terhadap serangan hama.
Berikut ini penyakit yang menyerang tanaman kunyit :
Layu Bakteri Ralstonia ( Pseudomonas ) solanacearum E.F Smith
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri
Ralstonia solanacearum. Gejala bisa terlihat pada daun tua yang
menguning dan kemudian menggulung jauh sebelum masa panen tiba, bila hal
ini dibiarkan seluruh daun termasuk daun muda akan mengikuti proses
penguningan dan layu sampai seluruh daun akan mati. Pada bagian pangkal
terlihat cekung basah dengan garis hitam atau abu-abau sepanjang batang
yang jika anda tekan dengan tangan akan mengeluarkan lendir yang
berwarna putih susu.
-
Cara Pengendalian
Dengan memperbaiki drainase tanah atau menanam bibit tahan penyakit. Untuk mencegah penyebaran, buanglah tanaman yang tertular dan musnahkan jauh dari lahan tanaman tersebut.
Busuk Akar Rimpang
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri
Sclerotikum rolfsii Sacc. Gejalanya yang terlihat pada bagian kulit akar
keriput serta tunas-tunas muda yang membusuk serta mengering dan
berwarna coklat kehitaman. Hal ini terlihat pada permukaan kulit yang
keriput berupa miselium jamur tipis yang berwarna putih seperti berbulu.
Bila hal ini dibiarkan maka pada akar tanaman akan membusuk dan
lama-kelamaan akan mati.
-
Cara Pengendalian
Dapat dikendalikan dengan perbaikan drainase tanah dan menanam bibit yang tahan penyakit, atau dapat juga dengan menyemprotkan fungisida pada tanaman yang tertular.
Karat Daun
Disebabkan oleh organisme puccinia sp.
Terlihat gejalanya pada bintik-bintik berbentuk bulat berwarna coklat
kehitaman yang berukuran 1-6 mm, dengan jaringan yang berwarna coklat
kekuningan mengelilinginya. Bisa dilihat juga pada permukaan bawah
ditemuka butir-butir halus berwarna kuning yang merupakan uredospora
cendawan. Bila hal ini dibiarkan akan menyebabkan kematian pada tanaman
dan menggagalkan panen pada serangan yang besar.
-
Cara Pengendalian
Dapat dikendalikan dengan cara mengatur kelembaban lingkungan tanam.
Bercak Daun
Disebabkan oleh organisme colletotrichun
capsici. Gejala yang terlihat dengan bercak yang berukuran 4-5 cm
didaun. Pinggir bercak tidak beraturan dan dikelilingi garis berwarna
kekuningan dengan bagian tengah yang kering. Lama-kelamaan bintik hitam
akan muncul menyerupai bentuk cincin. Apabila hal ini biarkan maka akan
menyebabkan kematian pada daun.
-
Cara Pengendalian
Dapat dikendalikan dengan penanaman benih dari induk sehat, dapat pula dengan penggunaan fungsida atau cairan kapur bordo selama 4-7 hari hingga tanaman terlihat.






0 komentar:
Posting Komentar