Siapa yang tidak mengenal dengan jenis
buah yang satu ini mempunyai rasa yang manis dan memiliki kandungan air
yang begitu tinggi. Iya buah itu ialah semangka yang merupakan salah
satu jenis buah yang sangat popular di masyarakat khususnya di
Indonesia. Pada buah semangka dapat menjadi alternatif pilihan buah yang
dapat menyehatkan dan juga dapat menyegarkan. Berikut inilah tips
mengenai bagaimana cara membudidayakan semangka inul untuk hasil yang
memuaskan.
Wow !!! Hasil Yang Melimpah [ Bernilai Ekonomi ] Dengan Budidaya Semangka Inul
Syarat Tumbuh
Untuk hasil yang hasil yang maksimal dalam budidaya semangka inul syarat tumbuh juga sangat perlu diperhatikan yaitu :
- Memiliki curah hujan yang ideal 40 hingga 50 mm/bulan.
- Terkena sinar matahari yang optimal sepanjang hari.
- Memiliki suhu yang optimal +/- 250 C.
- Cocok ditanam didataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl.
- Kondisi tanah cukup gembur kaya bahan organik bukan tanah asam dan tanah kebun/persawahan yang telah kering
- Cocok pada jenis tanah berpasir dengan memiliki keasamaan pH 6-6.7
Teknik Pembibitan
Teknik dalam membudidayakan untuk semangka inul ini sangat perlu seperti
persiapan media semai, perkecambahan benih dan persemaian benih /
pemeliharaan bibit sebagai berikut.
Persiapan Media Semai
- Dengan mencampurkan solbi agro dengan sebanyak 100 ml dengan pupuk kandang sebanyak 50 kg dan tanah untuk lahan dengan seluas 1000 m2, kemudian didiamkan 1 minggu ditempat teduh dengan selalu dijaga kelembabannya dan sesekali diaduk aduk.
- Campurkan tanah halus ( tanah yang sudah diayak ) sebanyak 2 ember, pupuk kandang matang yang telah diayak 1 ember dan TSP +/- 50 gram kemudian dimasukkan ke dalam polybag dengan ukuran 8 x 10 cm sampai terisi 90%.
Perkecambahan Benih
- Benih dimasukan kedalam kail kemudian direndam dengan larutan solbi agro sebanyak 5 cc per liter selama 10 jam.
- Begitu selesai dilakukan perendaman benih tersebut diperam dalam kertas sampur berwarna coklat atau Koran selam 1 hingga 2 hari.
- Selanjutnya benih yang telah berkecambah dipindahkan ke media persemaian.
Persemaian Benih Dan Pemeliharaan Bibit
- Pada media semai disiram air dengan secukupnya
- Pada benih yang telah dikeluar calor akar sepanjang 2 cm disemaikan dalam polybag dengan memiliki kedalaman 1 hingga 1,5 cm.
- Pada polybag pesemaian diletakkan berderet dan terkena dengan sinar matahari penuh.
- Untuk penyiraman 1 hingga 2 kali sehari dan pada umur 12 hingga 14 hari bibit siap dipindahkan tanam ke lahan.
Pengolahan Lahan
Setelah melakukan pembibitan hal yang selanjutnya yang perlu dilakukan pengolahan lahan berikut ini yang perlu diperhatikan.
- Langkah awal yakni dengan melakukan pembajakan dengan memiliki kedalaman hingga 30 cm dan kemudian dihaluskan dan diratakan
- Kemudian lahan dibersihkan dari sisa-sisa perkaran dan batu.
- Buat bedengan dengan memiliki lebar 1 meter, tinggi 0,5 meter dan lebar telasah 2 meter.
- Lalu berikan kapur dolomite agar mencapai pH 6-6.7
- Selanjutnya berikan pupuk kandang yang telah dicampur dengan solbi agro ( 1 liter solbi agro untuk 1 ton pupuk kandang ) seminggu sebelum ditanam
- Untuk pemupukan dasar dengan menggunakan TSP 200 kg/ha, ZA 140 kg/ha dan KCL 130 kg / ha.
- Pada bedengan perlu diberi plastic mulsa dengan ukuran lebar 110-150 cm hal ini dimaksudkan agar membantu mengurangi penguapan air dan pertumbuhan tanaman pengganggu lainnya.
Penanaman Dan Pemeliharaan
Setelah pengolahan lahan selanjutanya dengan melakukan penanaman dan pemeliharaan sebagai berikut.
Pembuatan lubang tanam
- Hal ini dilakukan satu minggu sebelum penanaman dengan kedalam 8 cm dengan jarak 20-30 cm dari tepi bedengan.
- Untuk jarak tanam antar lubang 90-100 cm
- Untuk penanaman sebaiknya pagi atau sore hari kemudian dilakukan penyiraman sampai cukup basah.
Pemeliharaan tanaman
- Penyulaman
Penyulaman dilakukan 3 hingga 5 hari setelah tanam - Penyiangan
Lakukan penyiangan dengan cara mengatur cabang primer dan hanya dipelihara 2-3 cabang saja tanpa memotong cabang sekunder, ujung cabang sekuder disisakan 2 helai daun, cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buahnya dipotong agar tidak mengganggu pertumbuhan buah, dan lakukan perempelan tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan buah. - Pengairan dan penyiraman
Untuk pengairan dilakukan dengan cara dibasahi saluran antar bedengan dengan cara disiram dengan pipa atau digembor dengan waktu 4 hingga 6 hari dan volume penyiraman tidak boleh terlalu berlebihan. - Pemupukan
Untuk pemupukan satu minggu setelah tanam dengan menggunakan ZA 40kg/ha, KCL 140 kg/ha, pemupukan semangka dua minggu setelah tanam menggunakan ZA 120 kg/ha, TSP 85 kg/ha, KCL 170 kg/ha, pemupukan semangka saat berbunga menggunakan ZA 130 kg/ha, KCL 30 kg/ha dan untuk penyemprotan solbi agro dengan dosis 500 ml dilarutkan dengan 200 liter air dan sisemprotkan merata setiap 2 minggu sekali. - Sortir buah
Pilih buah yang cukup besar bulat baik dan tidak cacat terletak antara 1 hingga 1.5 m dari perakaran tanaman, sisakan hanya 1-2 buah saja lainnya dipangkas dan jika berat buah sudah hamper 2 kg bolak balik buah agar didapat pencahayaan matahari dan warna yang merata.
Hama Dan Penyakit
Hama tanaman semangka dapat digolongkan dalam 2 kelompok yakni hama yang
tahan dan tidak tahan terhadap pestisida contohnya kutu daun yang
berwarna hijau pupus, hidup bergerombol, tidak bersayap dan mudah
berkembang biak. Gejal serangnya yakni timbulnya bercak kuning pad daun
pengendalian dilakukan secara non kimiawi dan kimiawi dengan
obat-obatan.
Hama kedua ialah hama yang tahap terhadap
pestisida seperti tikus, binatang piaraan. Ini bisa dapat dikendalikan
dengan upaya menjaga matang selalu bersih dengan mendirikan pagar yang
mengelilingi tanaman pemasangan suatu alat yang mengahasilkan
bunyi-bunyi bila ditiup angin dan melakukan giliran jaga.
Sementara dari penyakit yang sering menyerang tanaman semangka ialah
layu fusarium, bercak daun antraknosa, busuk buah dan karat daun. Untuk
pengendalian berbagai penyakit ini bisa dilakukan secara kimiawi dan non
kimiawi. Cara kimiawi ialah dengan menggunakan pestisida yang tepat
sementara cara non kimiawi ialah dengan menjaga kondisi lingkungan
lahan.
Panen Dan Pasca Panen
Untuk umur semangka berkisar 70 hingga 100 hari setelah tanam, untuk
ciri-ciri buah yang siap penen ialah terjadinya perubahan warna buah dan
batang buah mulai mengecil. Usahakan sebaik mungkin agar tidak terjadi
kerusakan buah sehingga mempengaruhi mutu buah dan harga julanya. Mutu
buah dipengerahui dengan adanya derajat kemasakan yang tepat karena akan
mempengaruhi mutu rasa, aroma dan penampakan daging buah dengan kadar
air yang sempurna. Didalam mempertahankan mutu buah agar kondisi selalu
baik sampai pada tujuan dilakukan pengemasan dengan proses pengepakan
yang secara benar dan hati-hati. Atau bisa juga denga menggunakan tempat
buah yang standar untuk mempermudah pengangkutan.
Mari kita tingkatkan hasil pertanian Indonesia dengan melimpah dengan cara budidaya tanaman yang bernilai ekonomi.





0 komentar:
Posting Komentar