Kelapa sawit “Elaeis” adalah tanaman
industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, dan bahan
bakar (biodiesel). Perkebunan menghasilkan keuntungan besar sehingga
banyak hutan dan pertanian lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa
sawit. Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia. Selain
manfaat utama minyak sawit sebagai minyak nabati, minyak kelapa sawit
juga dapat digunakan sebagai pengganti lemak susu dalam pembuatan susu
kental manis dan susu bubuk skim.
7 Step Panduan Lengkap Cara Budidaya Kelapa Sawit Penghasil Minyak Goreng Sehat
Dan berikut adalah langkah-langkah
tatacara menanam dan budidaya kelapa sawit untuk dapat di manfaatkan
buahnya sebagaimana fungsinya dan mempunyai produksi buah yang cukup
bagus. Simak selengakapnya di bawah ini :
Syarat Tumbuh
Iklim
Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7
jam/hari. Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm. Temperatur optimal
24-280C. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl. Kecepatan
angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.
Media Tanam
Tanah yang baik mengandung banyak
lempung, beraerasi baik dan subur. Berdrainase baik, permukaan air tanah
cukup dalam, solum cukup dalam (80 cm), pH tanah 4-6, dan tanah tidak
berbatu. Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial, tanah gambut saprik,
dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit.
Teknis Budidaya Kelapa Sawit
Pembibitan Dan Penyemaian
Kecambah dimasukkan polibag 12 x 23 atau
15 x 23 cm berisi 1,5 – 2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak.
Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Tanah di polibag harus selalu lembab.
Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Setelah berumur 3 – 4
bulan dan berdaun 4 – 5 helai bibit dipindahtanamkan.
Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam
polibag 40×50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15 – 30 kg tanah lapisan
atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah dengan POC NASA 5
ml atau 0,5 tutup per liter air. Polibag diatur dalam posisi segitiga
sama sisi dengan jarak 90×90 cm.
Pemeliharaan Pembibitan
Penyiraman dilakukan dua kali sehari.
Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.
Bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus
dibuang. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.
Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut :
| Pupuk Makro | |
| > 15-15-6-4 | Minggu ke 2 & 3 (2 gram); minggu ke 4 & 5 (4gr); minggu ke 6 & 8 (6gr); minggu ke 10 & 12 (8gr) |
| > 12-12-17-2 | Mingu ke 14, 15, 16 & 20 (8 gr); Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr), minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr), minggu ke 38 & 40 (20gr). |
| > 12-12-17-2 | Minggu ke 19 & 21 (4gr); minggu ke 23 & 25 (6gr); minggu ke 27, 29 & 31 (8gr) |
| > POC NASA | Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali). |
- Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPER NASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman.
Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanaman
Pola tanam dapat monokultur ataupun
tumpangsari. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal
tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat
fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan
kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma).
Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah
persiapan lahan selesai.
Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat beberapa hari
sebelum tanam dengan ukuran 50×40 cm sedalam 40 cm. Sisa galian tanah
atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit,
dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi
lereng.
Cara Penanaman
Penanaman pada awal musim hujan, setelah
hujan turun dengan teratur. Sehari sebelum tanam, siram bibit pada
polibag. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam
lubang. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk
kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera ditimbun
dengan galian tanah atas.
Siramkan POC NASA secara merata dengan
dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4
tutup/tangki). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA.
Adapun cara penggunaan SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 botol SUPER
NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk.
Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk
penyiraman setiap pohon.
Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman dan Penjarangan
Tanaman mati disulam dengan bibit
berumur 10-14 bulan. Populasi 1 hektar + 135-145 pohon agar tidak ada
persaingan sinar matahari.
Penyiangan
- Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma.
Pemupukan
- Anjuran pemupukan sebagai berikut :
| Pupuk Makro | |
| > 15-15-6-4 | Minggu ke 2 & 3 (2 gram); minggu ke 4 & 5 (4gr); minggu ke 6 & 8 (6gr); minggu ke 10 & 12 (8gr) |
| > 12-12-17-2 | Mingu ke 14, 15, 16 & 20 (8 gr); Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr), minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr), minggu ke 38 & 40 (20gr). |
| > 12-12-17-2 | Minggu ke 19 & 21 (4gr); minggu ke 23 & 25 (6gr); minggu ke 27, 29 & 31 (8gr) |
| > POC NASA | Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali). |
Pupuk Makro
NB. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya
pada awal musim hujan (September – Oktober) dan kedua di akhir musim
hujan (Maret- April).
POC NASA
Dosis POC NASA mulai awal tanam : 0-36 bln
- 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang, setiap 4 – 5 bulan sekali >36 bln
- 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang, setiap 3 – 4 bulan sekali
Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA
- Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon.
- Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup/ pohon.
Pemangkasan Daun
Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu :
- Pemangkasan pasir
Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan.
- Pemangkasan produksi
Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.
- Pemangkasan pemeliharaan
Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.
Kastrasi Bunga
- Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.
Penyerbukan Buatan
- Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.
Penyerbukan oleh manusia
- Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir.
Cara Penyerbukan
- Bak seludang bunga.
- Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer.
Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit
- Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.
Hama dan Penyakit
Hama
- Hama Tungau
Penyebab: tungau merah (Oligonychus).
Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna
bronz. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.
- Ulat Setora
Penyebab: Setora nitens. Bagian yang
diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya
saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.
Penyakit
- Root Blast
Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan
Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: bibit di persemaian mati
mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar.
Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di
musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan
dengan pengunaan Natural GLIO.
- Garis Kuning
Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian
diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi
warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian: inokulasi penyakit
pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO
semenjak awal.
- Dry Basal Rot
Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian
diserang batang. Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering;
daun muda mati dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit
yang telah diinokulasi penyakit.
Catatan !!
Jika pengendalian hama penyakit dengan
menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida
kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata
dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810,
dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma)
agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810,
dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .
Panen
Umur Panen
Mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan
masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah
berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon
terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah
sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang
dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang
beratnya 10 kg atau lebih.
Sumber : kalteng.go.id






0 komentar:
Posting Komentar